Sunday, March 25, 2018

Sinopsis Great Seducer Episode 8 Part 2

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Great Seducer Episode 8 Part 2

Sumber Gambar: MBC


Shi Hyun mengantar Soo Ji pulang. Sebelum turun, Shi Hyun menggenggam tangan Soo Ji dan meminta Soo Ji menatapnya. Tapi Soo Ji tidak mau, ia menyuruh Shi Hyun bilang saja apa yang mau dikatakannya.

Maka Shi Hyun yang menatap Soo Ji, "Aku tidak akan membuatmu sedih atau tertekan lagi. Ayahku akan memperlakukanmu dengan baik. Jika mereka bahagia bersama, itulah yang penting. Kamu tidak perlu cemas. Lakukanlah yang kamu mau. Apa itu belum cukup?"


Soo Ji akhirnya mau menatap Shi Hyun, ia menanyakan bagaimana dengan Shi Hyun, Kenapa bicara seolah-olah tidak akan ada di sana?

Shi Hyun: Aku harus ikut wajib militer. Datanglah mengunjungiku. Hanya itulah cara agar aku bisa berada di sisimu setelah kembali.

Shi Hyun mengelus kepala Soo Ji tapi Soo Ji menyingkirkan tangannya. 

Shi Hyun: Choi Soo Ji. Kamu harus berpikir lebih sederhana. Kenapa kamu mencemaskan banyak hal di kepala mungilmu?

Soo Ji: Hentikan.

Shi Hyun: Apa?

Soo Ji: Berhentilah.. melakukan ini untukku.


Dan Shi Hyun pun menarik tangannya, sementara Soo Ji keluar dari mobilnya. Saat di luar Soo Ji berpikir sebentar, lalu mengetuk kaca pintu mobil. Shi Hyun membukanya.

Soo Ji: Hei. Jika mencoba bersikap seperti kakakku, akan kubunuh kamu.

Shi Hyun: Baik. Aku tidak akan melakukannya.

Soo Ji: Sampai jumpa.

Shi Hyun: Sampai jumpa.

Shi Hyun pun menjalankan mobilnya.


Saat Soo Ji akan masuk ke rumah,pelayannya keluar tapi bukan untuk menyambutnya. Beberapa detik kemudian Ibunya sampai dengan diantar oleh Sekretaris Yoon dalam keadaan mabuk.

Ibunya mengenalkan Sekretaris Yoon sebagai temannya, tapi kemudian meralatnya, sekretaris Yoon adalah seniornya.

"Seonbae.. Bukankah putriku sangat cantik?" Tanya Ibu Soo Ji pada Sekretaris Yoon.

Pelayan kemudian mengajak Ibu Soo Ji masuk. Ibu Soo Ji pun pamit pada Sekretaris Yoon, "Sampai jumpa, Yoon Joon Young. Maksudku, Sekretaris Yoon."


Sebelum Sekretaris Yoon pergi, Soo Ji bertanya, Sekretaris Yoon kesana sebaga pegawai Grup JK atau sebagai teman ibunya?

"Jangan khawatir." Jawab Sekretaris Yoon lalu pergi.


Alaram Shi Hyun berbunyi pagi ini, mengingatkan kalau hari ini adalah hari kepindahan Tae Hee. Shi Hyun mematikan alaramnya kesal, ia juga tahu!

"Masa bodoh. Dia bisa sendiri." Ucap Shi Hyun acuh.


Lalu Se Joo mengirim pesan menyuruhnya menyiapka pasport karena mereka akan ke Hong Kong. Shi Hyun bertanya, memangnya ada apa?

"Ayo makan dim sum. Hari ini akan turun salju". Balas Se Joo.

Shi Hyun baru ingat kalau Soo Ji makan dim sum setiap kali salju turun. Tapi ia kesal, kenapa harus turun salju hari ini?

Kemudian Shi Hyun pergi.


Tae Hee kedulitan menurunkan barang-barangnya dari apartemen ke mobil pengantar, ia kira Ahjusshi supir akan membantunya menurunkan semua barang dari apartemennya juga.

"Aku hanya datang untuk memuat dan membongkar ini. Jika mau kubawakan, tambah 30 dolar." Jelas Ahjusshi.

"Baiklah, tolong aku."

"Seharusnya kamu memanggil pacarmu. Kamu tidak punya pacar?"

Tae Hee hanya diam saja.


Jadi Shi Hyun tadi pergi ke apartemen Tae Hee dan saat ini ia mengawasi Tae Hee yang sedang menurunkan barang-barangnya bersama Ahjusshi supir.

"Astaga, aku benci cuaca dingin." Keluhnya. Ia bingung, haruskah ia kesana?


Ahjussi meminta biaya tambahan lagi karena Tae Hee pasti membutuhkan bantuan untuk menaikkan barang-barang itu ke asrama nanti. Tae Hee pasrah.

Lalu Shi Hyun mendekat. Ia akan membawakan buku yang Tae Hee bawa, tapi Tae Hee tidak mau, akhirnya SHi Hyun memaksanya.

Shi Hyun kemudian menyuruh Ahjusshi berhenti, ia yang akan menurunkan semua barang Tae Hee.

Tae Hee: Kenapa dia kesal?

Ahjusshi: Apa kalian bertengkar? Ae.. Maafkan dia sekali ini saja.

Tae Hee: Bukan seperti itu.


Jadi semuanya cepat selesai karena adanya Shi Hyun. Shi Hyun lalu mengajak Tae Hee naik mobilnya saja.


Setelah sampai di asrama, petugas memberitahu pada Tae Hee kalau sudah ada yang mengisi kamar Tae Hee.

"Apa?" Tae Hee terkejut.


Ia kemudian keluar lagi untuk menelfon kampus. Dan ia mendapat pemberitahuan kalau ia sendiri yang membatalkan kepindahannya ke asrama. Tae Hee komplain, pasti ada kesalahan, tapi tidak membuahkan hasil.


Jadinya semua barangnya diturunkan disana oleh Ahjusshi. Jadinya Tae Hee hanya bisa menangis.

Tae Hee: Kenapa aku mau membatalkan kamarku? Sekarang aku tidak punya tempat tujuan.

Shi Hyun mengulurkan saputangannya sambil menasehati, "Kenapa menangis? Kamu akan menemukan jalan keluar."

"Aku sudah tidak punya rumah. Mana mungkin aku tidak menangis."

"Ayo pergi sekarang."

"Pergi ke mana? Aku yakin ada kekeliruan."


Shi Hyun tidak sabar, ia langsung saja mengangkat Tae Hee dan memasukkannya ke mobil karena tidak mendengarkannya.


Jadi Shi Hyun juga memasukkan semua barang-barang Tae Hee ke mobilnya.

"Di mana kita?" Tanya Tae Hee setelah mereka sampai dan setelah ia membuka mata.

"Rumah. Kamu terlelap seperti bayi."


Dan tiba-tiba ada petugas polisi yang mengetuk kaca mobil Shi Hyun.


Shi Hyun harus berurusan dengan polisi, jadi ia mengyuruh Tae Hee naik duluan ke rumahnya, ia menjelaskan kalau mobil yang ia pakai adalah mobil mendiang ibunya.

"Kodenya adalah.. nomor ponselmu."

Tae Hee terkejut, tapi Shi Hyun langsung pergi bersama polisi.


Tae Hee pun naik ke atas, ia memencet empat nomor terakhir dari nomor ponselnya untuk membuka kode pintu tapi salah, ia pun menelfon Shi Hyun yang saat ini ada di mobil polisi menuju kantor polisi.

"Apa kamu bercanda? Aku sudah marah."

"Nomor ponselmu adalah kodenya."

"Ya, tapi 4112 salah."

"Kamu bodoh, ya? Masukkan semua nomornya."

"Apa? Ah.. Sudah dahulu kalau gitu!"


Tae Hee pun memasukkan semua nomornya dan pintunya terbuka. Di dalam, Tae Hee melihat kimchi, lalu foto-foto Shi Hyun, ia fokus pada foto Shi Hyun dan ibunya. Ia juga melihat piring nenek Forsythia yang pecah.


Dan terakhir, ia melihat lukisan Shi Hyun. Tampaknya ia sangat tersentuh.


Shi Hyun menjelaskan kepada pak Polisi kalau mobil itu adalah mobil ibunya, dan ia sudah bilang itu berkali-kali, mana mungkin ia pencuri?

"Kami harus menginvestigasi karena ada sebuah laporan." Jawab Pak polisi.

"Siapa yang membuat laporan itu?"

"Pak Kwon Seok Woo. Ayahmu sendiri. Aigo.. Pasti ayahmu melaporkanmu karena sudah lama tidak pulang."


Tiba-tiba Tae Hee datang dan bicara panjang lebar, "Nama yang terdaftar di registrasi mobil adalah pemiliknya. Jika pemiliknya meninggal, otomatis terjadi pewarisan. Jadi, ahli warisnya otomatis menjadi pemilik yang sah. Artinya mobil ini dalam kepemilikan bersama antara temanku dan ayahnya. Itu menjadikan temanku pemiliknya. Dan karena dia sudah lama mengemudikannya, si Pemilik bersama telah membuat persetujuan diam-diam. Jika dia diperbolehkan memakai ini, Anda tidak bisa memenjarakannya. Jadi, ini bukan pencurian, bukan?"

"Ya, kamu benar. Astaga, kamu harus pulang dan bicara dengan ayahmu. Pastikan kamu melaporkan warisanmu. Anggota keluarga tidak boleh saling melaporkan. Mobil ini juga bersih tanpa riwayat kecelakaan."


Shi Hyun terkejut karena tidak ada riwayat kecelakaan padahal ibunya meninggal karena kecelakaan dengan mobil itu.

Polisi: Jika kecelakaan itu menyebabkan kematian, mungkin harus dilaporkan.


Namun pembicaraan mereka terpotong dengan kedatangan Sekretaris Yoon yang mengaku sebagai perwakilan ayahnya Shi Hyun. Polisi bingung karena ia kira walinya itu Tae Hee. Sekretaris Yoon mengatakan akan membereskan selebihnya dan menyuruh Shi Hyun pulang saja.


Saat di luar, Tae Hee memakaikan syalnya untuk Shi Hyun. lalu dengan tersenyum ia mengajak Shi Hyun pergi karena Shi Hyun pasti lapar. Shi Hyun tersenyum lebar.


Mereka makan di minimarket terdekat dan Tae Hee menyuapkan eskrim ke mulut Shi Hyun sambil menunggu ramyeon mereka mengembang.

"Kupikir tahu agak berlebihan." Alasan Tae Hee menyuapkan eskrim.

"Kamu tidak pernah melihat seorang ayah melaporkan anaknya, ya? Keluargaku berantakan."

"Keluargaku juga tidak terlalu baik. Pernahkah kamu melihat seorang ayah berhenti menjadi dosen hukum karena dia menyukai seseorang? Lebih parahnya lagi, cintanya bertepuk sebelah tangan dengan istrinya, yang juga adalah ibuku."

"Orang yang hatinya kecewa karena menyembunyikan perasaannya adalah ayahmu."

"Ya. Ibuku masih mengira dia bekerja sebagai dosen, tapi dia barista sekarang. Bukankah itu luar biasa?"

"Ya. Itu luar biasa. Kudengar pacarnya mahasiswi fakultas hukum."


Tiba-tiba Tae Hee tersedak dan batuk-batuk. Shi Hyun khawatir, Tae Hee gak apa-apa?

"Ya. Aku hanya tersedak karena makan terlalu cepat. Aku merasa agak dingin."

"Kukira kamu bilang kamu berdarah panas. Apa kamu demam? Hari ini terlalu dingin. Seharusnya kamu di rumah saja. Kamu datang karena mencemaskanku."

"Tentu saja. Mana bisa pria yang tersenyum bodoh di mobil polisi bisa mengatasinya?"

"Benar juga."


"Aku sudah.. melihat gambarmu untukku. Kamu baru saja ketahuan menyukaiku, ya?"

"Itu... Itu? Ya, itu hanya... Bukan hanya itu alasan..."

"Tidak apa-apa. Kamu tidak perlu buru-buru menjawabnya. Kurasa.. aku.. sudah menyukaimu."

"Apa kamu tidak akan menyesal?"

"Apa? Menyesali apa?"


Shi Hyun menghitung sampai dua dalam hati, lalu ia mencium Tae Hee.

"Di dalam diriku.. sebuah rahasia mulai berkembang." Batin Shi Hyun.


Dalam perjalanan, tiba-tiba salju turun dan itu membuat Tae Hee tersenyum lebar.

Tae Hee: Kamu tahu pindah rumah saat salju turun itu pertanda baik? Akankah kejadian baik menghampiriku?

Tapi Shi Hyun hanya diam saja.

Tae Hee: Terima kasih. Pasti aku akan hilang arah tanpamu. Setelah kita tiba, aku akan membeli jajangmyeon dan tangsuyuk.

Shi Hyun: Baiklah.


Tae Hee menggambar kue dan lilin di kaca mobil. Jadi harapannya saat ulangtahunnya waktu itu adalah untuk tinggal bersama orang yang ia cintai.


Tae Hee berharap harapannya itu terwujud. Ia kemudian meniup lilin yang digambarnya.

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon