PEMBERITAHUAN!!!!

Dalam beberapa hari kedepan, Diana Recap pindah ke alamat baru
Pastikan mengunjungi alamat diatas jika www.diana-recap.com tidak bisa dibuka lagi

Monday, December 25, 2017

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Where The Lost Ones Go Episode 1 Part 2

Sumber Gambar: Hunan TV


Ide Zhu Xuan adalah meloncat pagar. Tapi itu kelihatan tidak mungkin karena pagarnya tinggi banget dan Ye Zi memakai rok, jadi tidak mukin lah meloncat begitu.

"Lupakan saja Tidak ada orang di sini. Jangan khawatir! Kau ingin tidur di jalan?" Paksa Zhu Xuan.


Ye Zi pun tidak punya pilihan lain, mereka akan meloncat tapi tangan mereka bahkan tidak sampai ke atas pagar. Zhu Xuan menyerah, ia lelah banget. Ye Zi melotot, kan tadi Zhu Xuan yang ngajakin loncat.

Ye Zi: Kita harus mencoba sampai saat terakhir

Zhu Xuan: Jangan terlalu keras kepala. Wajar jika Orang menyerah dan menyerah dalam hidup. Terlalu melelahkan.


Ye Zi lalu menyuruh Zhu Xuan berlutut dan ia menggunakan punggung Zhu Xuan sebagai pijakan. Usaha mereka berhasil, Ye Zi berhasil mencapai ujung pagar dan sekarang ia sudah ada di atas.


Namun tiba-tiba ada seorang yang meloncat dengan 'indahnya; disamping Ye Zi, iya.. dia adalah Xiang Zeyi. Dan setelah sampai di atas, ia langsung meloncat ke dalam tanpa kesulitan apapun.


Sampai di dalam, Xiang Zeyi mengulurkan tangan untuk membantu Ye Zi turun, tapi Ye Zi hanya melongo diam dan beberapa detik kemudian ia baru sadar kalau ia menggunakan rok pendek, jadi ia sibuk menutupinya dengan bajunya.


Xiang Zeyi mengerti, jadi ia pun pergi meninggalkan Ye Zi. Di luar Zhu Xuan bisik-bisik, apa itu tadi? siapa yang barusan meloncat?

Ye Zi tidak menjawab, ia langsung meloncat turun, namun sayang, tudung bajunya nyangkut di paku dan ada suara robekan kain gitu jadi Xiang Zeyi pun menoleh.


Ye Zi malu dan menutupi wajahnya. Lalu Xiang Zeyi mendekat dan saaangat dekat dengan wajahnya. Ye Zi pelan-pelan menurunkan tangannya untuk melihat wajah Xiang Zeyi dan Xiang Zeyi tersenyum manis banget. Ye Zi gugup banget, takut diapa-apain, tapi Xiang Zeyi hanya berniat untuk membantu Ye Zi melepaskan tudungnya dari paku.


Setelah itu, Xiang Zeyi mengelus kepala Ye Zi lalu pergi dengan keren dan tidak menoleh-noleh lagi.

Ye Zi terus memandanginya sampai lupa sama Zhu Xuan. Zhu Xuan berhasil naik sendiri dan Ye Zi hanya tinggal menariknya ke dalam.


Lin Sen sibuk di perpustakaan mencari buku dan setelah menemukannya, Yuan Lang mendekatinya dengan heran, ngapain mencaribuku itu?

Lin Sen: Ye Zi bilang buku ini sangat sulit di temukan.

Yuan Lang: Apa kau melakukan semua ini hanya untuk-nya?

Lin Sen: Udah diam aja


Ye Zi mampir di kedai untuk membeli cola dan di kedai itu sedang ada kotak sumbangan untuk fakir miskin. Pemilik kedai menjelaskan kalau Ye Zi juga bisa menyumbangkan uang dan nanti akan mendapat stiker.

Ye Zi memasukkan seberapa lembar uang dan mendapat stiker hati, ia menempelnya di baju.


Selanjutnya Ye Zi ke perpustakaan, ia menemukan buku yang ia cari tapi letaknya tinggi banget. Ia baru akan mengambilnya tapi Xiang Zeyi mendahuluinya.


Xiang Zeyi membuka buku itu dan berkata "Luar biasa!".

Ye Zi meminta Xiang Zeyi mengambalikan buku itu karena buku itu miliknya. Xiang Zeyi mengulangi, buku Ye Zi? Ye Zi membenarkan.

"Aneh." Kata Xiang Zeyi.

"Kenapa?"

"Apa namamu Xu Beihong seperti yang tertulis di buku ini?"


Ye Zi hanya menghela nafas kesal. Xiang Zeyi menyuruh Ye Zi memberitahukan namanya, maka ia akan mengembalikan buku itu. 

"Udah ambil aja itu Mr. Xu Beihong." Kata Ye Zi kesal lalu berbalik.

Xiang Zeyi sih senyum-senyum aja dan memanggil nama Ye Zi dengan benar. Ye ZI pun berbalik menatap Xiang Zeyi lagi dan Xiang Zeyi memberikan buku itu sambil berkata:

"Senang bertemu denganmu, aku Xiang Zeyi."

Ye Zi tidak menjawab apa-apa, ia masih bingung, jadi ia menerima buku itu saja. Tiba-tiba Xiang Zeyi melepas stiker hati di bajunya dan menempelkannya di pipinya. Ye Zi terkejut, tapi tidak melawan.

"Kau berutang lagi padaku." Kata Xiang Zeyi lalu pergi.


Besoknya, Ye Zi serius mengerjakan tugasnya melukis.


Dan saat istirahat ia menemukan Ipod Xiang Zeyi di saku celemeknya.


[2017]

Setelah dari nikahan Zhu Xuan, Ye Zi terjebak hukan di sebuah mini market. Kemudian datanglah Lin Sen dengan mobilnya.


Lin Sen berlari menuju Ye Zi dan berkata akan mengantar Ye Zi pulang.


Di dalam mobil, Lin Sen mengatakan alasannya tidak datang ke pernikahan Zhu Xuan, itu karena ada operasi mendadak, jadi ia harap Ye Zi tidak marah padanya. Ye Zi tidak masalah, toh operasi memang lebih penting, tapi Ye Zi berpesan agar Lin Sen jangan sampai tidak datang di acara pamerannya bulan depan.

"Pasti aku datang." Jawab Lin Sen.


Ye Zi menatap kosong sambil bertanya pada Lin Sen, jika ada kesempatan kedua, apa ada yang ingin Lin Sen katakan pada dirinya sendiri dimasa lalu (saat masih remaja).

"Apa?" Lin Sen gak paham.

"Lupakan." Ye Zi tersenyum.


Akhirnya mereka sampai juga di depan rumah Ye Zi. Ye Zi turun duluan, tapi Lin Sen memanggilnya, Ye Zi pun berhenti dan Lin Sen mendekat.

Lin Sen seperti mau mengatakan sesuatu, tapi ia hanya mengucapkan selamat malam dan menyuruh Ye Zi cepat istirahat karena sudah larut. Ye Zi pun mengucapkan hal yang sama.


Ye Zi berjalan menuju gerbang dan baru ingat sesuatu. Zhu Xuan menyuruh Lin Sen memberi hadiah uang sebagai ganti ketidakhadirannya. Lin Sen tersenyum, itu mah tidak masalah.

"Aku akan naik ke atas.. Sampai jumpa~"

"Sampai jumpa~"


Lin Sen terus memandangi Ye Zi sampai Ye Zi tidak terlihat dan barulah ia mengeluarkan kotak cincin yang dibawanya.

Lin Sen teringat kata-kata Ye Zi dimobil tadi soal kesempatan kedua. Pada akhirnya Lin Sen harus menyimpan kotak cincin itu lagi.


Setelah Ye Zi bebersih dan ganti baju, Zhu Xuan menelfonnya melalui panggilan video. Ye Zi sampai heran, masih sempatkan Zhu Xuan menghubunginya di malam yang sakral ini?

"Ini bukti kalau aku bukan orang yang melupakan teman meski aku punya suami." Jawab Zhu Xuan.

"Oke2. Kau bukan orang yang seperti itu. Terus, apa yang kau inginkan?"

"Tidak ada..Tapi.. Lin Sen mengantar mu pulang?"

"Bagaimana kau tahu?"

"Suamiku yang bilang kalau tidak aku akan khawatir?"

"Apa yang ingin kau katakan?"

"Apakah dia masih di sana?"

"Tentu saja dia langsung balik."


Zhu Xuan terkejut, langsung balik? Langsung balik tanpa mengatakan apapun? Ye Zi heran juga, memangnya apa yang harus Lin Sen katakan?

"Em.. aku tidak tahu. sepertinya..."

"Apakah kau menyembunyikan sesuatu dariku?"

"Itu tidak mungkin. Aku hanya ingin tahu apa yang ingin dia katakan kepadaku karena dia tidak muncul dalam pernikahanku."

"Beneran nih?"

"Aku kesal. Dia tidak muncul dalam pernikahan. Dia pasti mati jika aku melihatnya."

Ye Zi hanya tersenyum dan menjelaskan kalau Lin Sen itu seorang dokter yang harus menyelamatkan nyawa pasien, jadi tolong dimaklumi saja, terlebih Lin Sen sudah berjanji akan memberikan hadiah mahal. Zhu Xuan langsung merubah ekspresinya menjadi senang.


Yuan Lang meminta Zhu Xuan mengambilkan sesuatu. Jadi terpaksa Zhu Xuan mematikan telfon.

Yuan Lang bertanya, siapa yang akan mati? Sambil memutar-mutar boneka Zhu Xuan menjawab "tentu saja Lin Sen."

"Tidak apa-apa. Bukan masalah besar juga."

"Bodoh! Tidak heran kalau dia tidak bisa mendapatkan Ye Zi."


Yuan Lang memberitahu kalau Lin Sen itu bukan pemberani. Zhu Xuan heran, kenapa Lin Sen itu selalu ragu-ragu?

"Tidak ada yang setangguh dirimu." Jawab Yuan Lang.

Zhu Xuan agak tidak suka dengan kalimat Yuan Lang barusan. Yuan Lang langsung diam saat Zhu Xuan mengkodenya.


Zhu Xuan cerita, ia sudah memilihkan cincin, bahkan memastikan Ye Zi mendapat lemparan buket bunganya. Kesempatan yang begitu bagus tapi disia-siakan oleh Lin Sen.

"Jika Lin Sen meminta Ye Zi untuk menikahinya, Ye Zi mungkin akan segera  setuju."

"Itulah sebenarnya Lin Sen itu."

"sayang.. Mungkin, Lin Sen sudah melamarnya tapi Ye Zi tidak mengakuinya."

"Aku tidak berpikir begitu."

"Setelah kembali dari bulan madu kita, aku akan mengamati mereka dengan hati-hati."

"Mari lupakan saja."

"Tidak mau!"

"Bagaimana jika dia gagal melamar?"

"Mustahil Kecuali itu.. Tidak seperti itu jauh sebelumnya."


Sementara itu, Ye Zi melamun di rumahnya. Ia melamunkan kebersamaannya bersama Xiang Zeyi.


Dan tanpa siapapun tahu Xiang Zeyi ada di luar rumah Ye Zi sedang menatap jendela rumah Ye Zi dengan tatapan penuh kerinduan. 

Channel Youtube: 芒果TV独播剧场 Mango *Bagi yang mau download atau nonton*

1 komentar:

Bagus sprtnya,,,,di lanjutin lg min,,,,

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon