PEMBERITAHUAN!!!!

Dalam beberapa hari kedepan, Diana Recap pindah ke alamat baru
Pastikan mengunjungi alamat diatas jika www.diana-recap.com tidak bisa dibuka lagi

Friday, December 29, 2017

Ditulis oleh: Diana Recap
Support Admin dengan membaca sinopsis hanya di "www.diana-recap.com"

Sinopsis Cambrian Period Episode 5 Part 2

SumberGambar: Youku


Tang Yin dibawa ke rumah sakit dan Jian Zi menungguinya.


Tang Yin mengigaukan nama Ke Ked an pelan-pelan membuka namanya. Jian Zi mendengar itu dan menoleh ke arah Tang Yin.


Tang Yin membahas soal kata-kata aneh Jian Zi pagi tadi, apa semua itu karena Jian Zi sudah tahu apa yang terjadi pada Ke Ke? Jian Zi tidak bisa menjawabnya dan itu malah membuat Tang Yin kesal.

“Ku pikir kita adalah teman, kau sudah tahu, tapi kenapa kau tidak bilang padaku! Pembohong!”


Tang Yin melepas infusnya dan akan pergi, tapi Jian Zi menahannya. Jian Zi melarang Tang Yin pergi karena Tang Yin masih belum pulih. Tapi Tang Yin tidak peduli dan tetap melangkah.

Jian Zi kembali menahan Tang Yin, mengatakan pesan dokter kalau Tang Yin belum boleh keluar. Tang Yin meminta Jian Zi melepaskannya, ia mau menemui Yong Ji, orang yang satu-satunya bisa ia percayai saat ini. Tang Yin pun menepis tangan Jian Zi dan memaksa pergi.


Di luar hujan, Jian Zi pun menghalangi langkah Tang Yin, tapi Tang Yin malah memukulinya. Setelah Tang Yin berhenti, Jian Zi mencopot mantelnya untuk ia pakaikan pada Tang Yin. Namun itu masih belum bisa meredam marah Tang Yin, Tang Yin mendorong Jian Zi yang menghalangi jalannya agar ia bisa lanjut jalan.


Tang Yin terus jalan dan Jian Zi mengikutinya dengan tetap menjaga jarak.


Opsir Chai lembur mengamati CCTV di jalanan. Lalu Yong Ji masuk untuk menanyakan progresnya. Opsir Chai sudah menerima data 80%, tapi tidak tampak ada sesuatu yang penting, ia khawatir Lian Pu akan..

“Bukankah aku sudah bilang padamu sebelumnya untuk berpikir luas, ingatlah! Penjahat yang paling pintar pun akan membuat kesalahan.”

Opsir Chai tersenyum mengiyakan. Yong Ji kemudian memerintahkan Opsir Chai untuk terus bersama Tang Yin dalam dua hari kedepan karena ia khawatir Tang Yin akan kelewat sedih sampai melakukan sesuatu yang berbahaya. Opsir Chai mengingatkan soal perhatian public, Yong ji menjelaskan tapi terpotong oleh telfon.


Usai menerima telfon, Yong Ji tidak membahas soal perlindungan lagi dan segera pergi.

Yong Ji keluar dan ternyata Tang Yin sudah ada disana, Yong Ji memanggilnya. Yong Ji mengambil payung, kemudian menyusul Tang Yin. Yong Ji mengajak Tang Yin masuk, tapi Tang Yin menggeleng.

“Aku tidak mau masuk. Ke Ke masih ada di dalam.”

Yong Ji mengerti dan mengajak Tang Yin ke suatu tempat, pokonya tempat yang terlindung dari hujan. Yong Ji pun membawa Tang Yin kesana.


Jian Zi melihat itu dan tidak bisa berbuat apa-apa.


Yong Ji membawa Tang Yin dengan mobilnya, ia juga membelikan minuman hangat. Yong Ji melarang Tang Yin berpikir terlalu keras, pulanglah, mandi, lalu istirahat. Tang Yin menggeleng,

“Pulau Selatan tidak seperti yang aku bayangkan. Aku pikir ada bahaya dimana-mana, ada kebohongan dimana-mana.”

“Kau salah. Jangan berpikir seperti itu.”

“Sudah terlambat. Aku tidak percaya siapapun sekarang. Aku hanya percaya kamu. Seperti hari itu, saat kau menyelamatkanku dari laut.”


Yong Ji menenangkan, ia sudah menugaskan orang untuk menjaga Tang Yin, jadi Tang Yin tidak perlu mengkhawatirkan apapun. Pulanglah saat ini dan istirahatlah. Tang Yin mengerti.


Jian Zi mengambil topengnya sambil mengingat bagaimana ia bisa menemukan jenazah Ke Ke. Tapi belum sempat ia melakukan sesuatu pada topeng itu, ia mendengar suara mobil.


Itu adalah mobil Yong Ji yang mengantarkan Yang Yin. Yong Ji membukakan pintu mobil untuk Tang Yin dan akan pergi setelah melihat Tang Yin masuk ke dalam.


Sebelum masuk, Tang Yin berterimakasih atas jas Yong Ji yang waktu itu. Yong Ji tidak masalah asal Tang Yin suka. Saat itu Jian Zi turun dan melihat mereka berdua. Tang Yin lalu pamit masuk duluan.

“Bye bye..” Ucap Yong Ji.


Tang Yin masuk dan melihat Jian Zi, tapi ia tidak menyapanya. Jian Zi berkata kalau ia sudah membuatkan Tang Yin teh.  Tang Yin tidak menjawabnya dan hanya melewati Jian Zi begitu saja.


Kerja keras Opsir Chai membuahkan hasil, ia mendapatkan rekaman CCTV Jian Zi yang sedang bersama Tang Yin.


Rekan-rekannya menyuruhnya untuk segera menghubungi Yong Ji. Opsir Chai melapor bahwa ia sudah menemukan rekaman saat Lian Pu menculik Ke Ke.

“Sangat bagus. Tulis laporan dan tunggu aku.” Jawab Yong Ji.


Suo Tou dan orang-orangnya sedang menonton rekaman CCTV Ke Ke dan Tang Yin di kasiono itu. Orang-orangnya bertanya, haruskah mereka menyelidiki Tang Yin? Suo Tou marah sampai memukul kepala orang itu dengan botol kaca.

“Ngapain tanya! Cepat selidiki sana!” Teriak Suo Tou.

Mereka pun berhamburan keluar.


Orang itu melapor pada Asisten James Li kalau Suo Tou ingin menyelidiki Tang Yin. Jin Ling yang kebetulan baru datang mendengar itu.


Jin Ling pelan-pelan masuk ke dalam dan melihat Suo Tou seorang diri. Jin Ling melepas mantelnya, berkata kalau ia sekarang adalah wanita Suo Tou.

Suo Tou bersama Jin Ling memang, tapi ia melihat Ke Ke saat melihat Jin Ling.


Jian Zi pulang dari membeli bahan-bahan makanan dan ia dikejutkan dengan terbukanya pintu rahasia di rumahnya. Jian Zi langsung masuk ke dalam, tapi tidak ada siapapun disana dan ia hanya menemukan surat.

suara Qun Cheng: “Tang Yin sedang bad mood saat ini. Aku akan membawanya ke vila. Selesaikan misimu dan temui kami nanti. Chai Jiaya juga datang karena tugasnya. Ingatlah untuk selalu berhati-hati.”


Tang Yin ada di sebuah dermaga. Tak jauh darinya ada Opsir Chai dan Quan Cheng. Opsir Chai memuji masakan ibu Quan Cheng. Quan Cheng menyela, jika Opsir Chai menikah dengannya pasti bisa makan makanan enak setiap hari. Opsir Chai jelas kesal.


Berepapa saat kemudian Jian Zi datang dan menanyakan dimana Tang Yin. Ibu Quen Cheng menunjuk dimana Tang Yin, Jian Zi langsung mendekatinya.


Jian Zi bertanya, apa Tang Yin suka disana dan Tang Yin mengiyakan, disana seperti bayangannya tentang pulau selatan, sangat damai dan sangat cantik.

Tang Yin tiba-tiba membahas soal Quan Cheng, maka Jian Zi memutuskan untuk menjelaskan kenapa Quan Cheng menjadi seperti ini. Dulu Ayah Quan Cheng terjebak topan saat memancing dan tidak pernah pulang sampai detik ini.  Hal itu membuat Ibu Quan Cheng sakit-sakitan, jadi Quan Cheng terpaksabekerja seperti itu untuk cepat mendapatkan uang banyak guna biaya pengobatan ibunya,


Tang Yin mengerti, selama orang yang disayangi bahagia, penilaian orang lain tidaklah penting lagi.

Jian Zi bertanya, apa sekarang Tang Yin bahagia? Tang Yin menggeleng, hidupnya tidak mudah sama sekali.

“Kau tahu? Karenaku Ke Ke harus tinggal lebih lama. Jika bukan karenaku, dia pasti bisa selamat.”


Tang Yin lalu maju beberapa langkah dan berteriak. “Ke Ke! Apa ada impian yang masih belum tercapai? Aku akan membantumu menggapainya. Ke Ke, kita harus bahagia! Hiduplah dengan baik!!” Aaaaaa….”


James Li mendapat laporan soal Suo Tou yang membunuh orang asing itu masalah encoder. Intinya mereka merencanakan menghabisi Suo Tou.


Suo Tou di rumahnya, tapi tidak ada satu orang pun disana. Kemudian Asisten James Li datang. Suo Tou menyadari situasinya, ia tidak mau Autumn’s Door mengancamnya lagi dan ia tahu Asisten pasti tidak akan mampu untuk membunuhnya, makanya ia memilih mengakhiri hidupnya sendiri dengan meledakkan rumahnya.

***

videonya gak ada di youtube kayaknya, aku download dari dailymotion : http://www.dailymotion.com/playlist/x523ge

4 komentar

Chingudeul, Tuliskan komentar kalian yah..
Kamsahamnida..😘😚
EmoticonEmoticon