-->

Sinopsis My Secret Romance Episode 4 Part 1

- April 26, 2017
>
Sinopsis My Secret Romance Episode 4 Part 1

Sumber Gambar dan Konten dari OCN

-= Episode 4 - Rahasia di dalam Kotak Perhiasan =-


Hye Ri membawakan bahan makanan terbaik juga peralatan makan. Ia meminta Yoo Mi memakai semua itu dalam menghidangkan makanan untuk Jin Wook.

"Maaf, saya tidak tahu kenapa Anda lakukan ini. Tapi saya melakukan pekerjaan saya dengan baik dan memastikan makanannya bergizi."

"Sungguh?...Kapan? Kau sedang bicara soal pancake aneh itu?


Bok Ja geram mendengar hinaan Hye Ri terhadap pancake buatannya, ia hendak merangsek maju tapi ditahan oleh yang lain.

Hye Ri mendengar makanan Yoo Mi tidak ada yang sesuai dengan selera Jin Wook, makanya selalu dikembalikan. Untuk mengatasi hal itu, ia menyuruh Yoo Mi mengirimkan ia gambar makanannya agar bisa ia cek.

"Kenapa Aku harus melakukannya?" Tanya Yoo Mi kesal.

"Aku ingin belajar menjadi istri yang hebat. Aku akan segera menikah dengan Oppa Jin Wook."


Jin Wook datang tepat saat itu dan langsung membantah pernyataan Hye Ri. Ia kemudian menarik Yoo Mi dan merangkulnya,

"Aku hanya makan, makanan yang dia buat. karena dia ahli gizi pribadiku. Karena itu, tidak seorangpun bisa menyuruhnya kecuali aku."


Hye Ri spechless mendengarnya begitu pula yang lain. Jin Wook mengembalikan wadah pancake Yoo Mi lalu menariknya pergi dari dapur menghiraukan panggilan Hye Ri.

Itu adalah pemandangan yang luar biasa bagi staff dapur. Melihat Joo Hye Ri dikalahkan oleh Ahli Gizi mereka, Lee Yoo Mi.


Yoo Mi tidak mau ikut dengan Jin Wook karena ia sibuk. Jin Wook menegaskan kalau ia lebih sibuk dari Yoo Mi lalu tetap memaksa Yoo Mi untuk mengikutinya.

Hye Ri hanya bisa mengepalkan tangan kesal melihat kepergian mereka.


Jin Wook melepaskan Yoo Mi saat mereka sampai di lobi. Jin Wook melihat Yoo Mi masih membawa nanpan pancake. Yoo Mi menjelaskan kalau tadi Jin Woon tiba-tiba menariknya jadi ia tidak sadar sampai membawa nampan itu.

"Dan jangan berani-berani merayuku dengan ini dan fokus saja dengan tugasmu, Mengerti? Lepaskan baju itu. Kita akan keluar."


Jin Woon mengajak Yoo Mi ke tempat makan. Yoo Mi menanyakan alasan kenapa Jin Woon membawanya kesana tapi Jin Wook malah menyuruh Yoo Mi berpikir. Ia adalah orang yang paling sibuk di kantor, menurut YooMikenapa ia menggunakan waktunya yang berharga untuk membawanya kesana? Yoo Mi hanya diam tak menjawab.

"Makanan disini sangat cocok dengan lidahku dibanding di tempat lain. Aku membawamu kesini agar Kau tahu. Jika menurutmu karena alasan lain Kau sudah salah paham."

Yoo Mi menyangkal tapi Jin Wook yakin Yoo Mi pasti memikirkannya. Ia pun menyuruh Yoo Mi menyingkirkan jauh-jauh pemikiran itu.


Yoo Mi lalu mencoba makan satu potong, rasanya sangat enak, ia jadi penasaran berapa harga makanan itu.

Yoo Mi lalu membahas soal Hye Ri, apa Jin Wook dan Hye Ri berkencan. Jin Wook balik bertanya, jika seorang pria bersama seorang wanita apa itu artinya mereka kencan?

"Ahh, cara interaksi kalian sepertinya lebih dari teman." Jawab Yoo Mi.

"Kau punya imajinasi yang unik."

Jin Wook jadi teringat saat Yoo Mi menjatuhkan bukudi bus. Ia masih ingat judulnya, "Bos yang seleranya sederhana". Yoo Mi lagi-lagi pura-pura bodoh dan tidak mengingat hal itu.

Jin Wook lalu menjelaskan kalau Hye Ri itu puteri guru sekolahnya. Jadi tidak usah berasumsi sembarangan. Yoo Mi mengerti.


Selanjutnya Yoo Mi menanyakan maksud Jin Wook tadi yang bilang hanya ingin makan makanannya.

"Apa lagi artinya? Ya memang begitu kan. Lee Yoo Mi, Kau ahli gizi pribadiku. Kau karyawati di perusahaanku. Apa Aku salah?"

"Benar, tapi..."

"Aku rasa, kau sering sekali salah paham."

"Direkturlah penyebabnya. Kau bahkan membawa Aku ke dalam ambulan waktu itu..."

Yoo Mi berhenti karena ia sadar sudah keceplosan.

Jin Wook berhenti makan. Ia mengajak Yoo Mi memperjelas situasinya. Pribadi ya pribadi, Pekerjaan ya pekerjaan. Yang dulu itu cuma jadi masa lalu. Jangan sampai Yoo Mi memiliki perasaan yang tidak-tidakpada dirinya hanya karena ia mengajak Yoo Mi makan disana.

"Seperti yang Kau bilang, Itu hanya hubungan satu malam."

Yoo Mi mendadak kembali cegukan.


Mereka selesai makan, Yoo Mi berterimakasih pada Jin Wook atas traktirannya. Jin Wook ingin Yoo Mi belajar memasak makanan tadi, rasanyasetidaknya harus mendekati karena ia juga ingin makan makanan yang enak.

"Ya." Jawab Yoo Mi lesu.


Yoo Mi melangkah duluan tapi tiba-iba JinWook menariknya. Yoo Mi kembali cegukan, Jin wook cepat-cepat melepaskan Yoo Mi. Memecah kecanggungan, Jin Wook memarahi Yoo Mi yang tidak melihat pintu. lalu ia menjelaskan alasannya tadi menarik Yoo Mi adalah karenapintunya belum terbuka nanti Yoo Mi bisa menabraknya.

"Oh." Jawab Yoo Mi dan ia kembali cegukan.

"Kau sering sekali cegukan." Gumam Jin Woon lalu membuka pintu, untuk Yoo Mi sekalian.


Jin Wook memikirkan perihal Direktur Maeng yang akan mengganti staff dapur. Ia bersumpah tidak akan membiarkan hal itu terjadi, ia tidak ingin Yoo Mi lari dari kekuasaannya begitu saja.

"Ini baru permulaan."


Jin Wook membuka kotak perhiasan di depannya dan didalamnya bercahaya.

Kilas balik...


Setelah Jin WOok berpakaian lengkap, ia menemukan bantalan bra di kursi mobilnya. Ia lalu keluar dan meremas itu.

Ia berteriak kesal, "Ini bukan seperti yang kau pikirkan! Aisshhh! Aku sangat hebat, aku yakin!"

Kilas Balik selesai...



Jin Wook menyesal, kenapa juga ia masih menyimpan itu, toh ia bukan orang mesum.


Direktur Maeng mendadak mengajak Jin Wook dan eksekutif yang lain makan siang di kantor. Direktur Maeng terang-terangan mengatakan kalau dengan begitu mereka bisa menyidak para staff dapur dan memperbaiki citra perusahaan.

"Tapi, dari yang saya dengar masakan ahli gizinya, kurang enak. Apa menurut Anda itu karena orang yang bertanggung jawab tidak berkualitas?" Ujar Direktur Maeng.

"Saya rasa Anda terlalu berlebihan. Tidak mudah untuk memenuhi standar saya." Jawab Jin Wook.


Staff dapur kesal karena para eksekutif mendadak makan di kantin, mau disajikan apa coba. Eun Bi menyarankan masakan cina saja yang ada di menu. Bok Ja tidak setuju karena para eksekutif akan menganggap mereka malas.

Eun Bi lalu bertanya pada Yoo Mi. Yoo Mi menyarankan untuk menyajikan daging cincang saja (seperti yang ia makan bersama Jin Wook). Bok Ja lagi-lagi tidak setuju karena mereka tidak memiliki daging sapi. Yoo Mi mengingatkan kalau mereka memiliki daging babi dan ia juga sudah mempersiapkan resepnya.


Direktur Maeng kelihatan puas dengan menu pilihan Yoo Mi itu. Jin Wook bertanya saat Direktur Maeng baru akan mencoba, apa menu itu sesuai dengan lidahnya?

"Ahh, saya baru saja ingin mencicipinya." Jawab DIrektur Maeng.

Lalu Jin Wook pun menyuruh Direktur Maeng mencobanya tapi saat daging itu sampai di depan mulut Direktur Maeng, Jin Wook kembali mengajaknya bicara.

Jin Wook menyindir, ia tidak tahu kalau Direktur Maeng memiliki kepedulian tinggi pada pelayanan kantin perusahaan.

"Apa maksud Anda..."

"Hanya bicara saja. Saya mendengar sesuatu."


Yoo Mi mendengar hal itu, ia jadi teringat saat Jin Woon merekomendasikan daging cincang di restoran tempo hari.


Direktur Maeng mencari-cari alasan, katanya ia hanya memikirkan kesejahteraan karyawan. Jin Wook menyinggung soal perpanjangan kontrak Direktur Maeng yang jatuh pada bulan depan. Jadi kenapa Direktur Maeng tidak fokus mempromosikan dirinya saja daripada mengurus jasa kantin?

Kata-kata Jin Woon itu membuat Direktur Maeng batuk-batuk dan nafasnya tersenggal. Direktur Maeng mengatakan kalau ia memiliki asma, lalu langsung meninggalkan kantin untuk mengambil obatnya.


Jin Wook puas, lalu ia menyuruh yang lain melanjutkan makan. Jin Wook menyuap satu potong daging, lalu ia menengok ke arah Yoo Mi dengan ekspresi aneh. Tapi kemudian ia memberikan jempolnya dan itu sukses membuat Yoo Mi tersenyum.


Eun Bi bertanya-tanya, apa gerangan merk parfum Jin Wook, baunya segar sekali. Shin Hwa mengingatkan kalau Jin Wook sudah memiliki Hye Ri.

Yoo Mi meluruskan, Hye Ri itu cuma puteri dari gurunya Jin Wook dan mereka tidak memiliki hubungan lebih dari itu. Ia menambahkan kalau Jin Wook yang bilang sendiri padanya. Eun Bi senang mendengarnya karena itu artinya ia masih memiliki kesempatan.


"Sepetinya Kau sudah semakin akrab saat kau menyiapkan makanan untuknya." Singgung Je Ni.

Yoo Mi membantahnya dengan gugup, mereka hanya pernah membicarakannya saja kok. Eun Bi jadi iri dengan Yoo Mi.

Yoo Mi mengalihkan pembicaraan, mengajak smeuanya makan di luar karena hari ini sudah bekerja keras. Bok Ja menolak karena ia sudah ada janji, selebihnya setuju dengan ajakan Yoo Mi.


Mereka semua pergi ke club. Yoo Mi kelihatan kaku dan Ji Na menyadarinya. Ji Na mengajak Yoo Mi bicara informal saja di luar kantor karena mereka seumuran dan Yoo Mi setuju. 

"Kau ada sesuatu dengan Direktur Cha?"

"Astaga! Tidak, itu mustahil."

"Dia bukan tipe orang yang mau makan di kantin. Wah, menarik sekali. Sekedar tanya karena menurutku Kau jadi dekat  saat mengirim makanan untuknya. Lupakan saja jika aku salah."

Lalu Shin Hwa muncul dan mengajak mereka berjoget. Tak beberapa lama kemudian mereka hilang diantara kerumunan orang-orang meninggalkan Yoo Mi yang masih berdiri di posisinya tadi.


Ada seseorang yang menarik perhatian Yoo Mi, seorang wanita seksi. Ia akan mendekati wanita itu tapi tidak jadi karena seorang pria dengan topeng aneh menyenggolnya, lalu ia buru-buru kabur.


Wanita tadi membuka topengnya dan ternyata ia adalah Hye Ri. Ia masih terbayang saat Jin Woon menarik Yoo Mi tetap di depan matanya kemarin.

lalu Hye Ri menelfon seseorang yang ia panggil direktur. Dengan suara manisnya ia berkata akan melakukan apapun itu.


Yoo Mi kembali ke rumah, kayaknya ia membeli Ttokpokki deh untuk ibunya dan ibunya memuji rasanya yang sungguh lezat. Nyonya Jo bahkan menawari DOng Goo untuk ikut makan tapi Yoo Mi melarangnya karena terlalu pedas untuk anak-anak, ia pun hanya menyodorkan susu untuk Dong Goo.

Yoo Mi jujur kalau keuangannya tidak mungkin bisa untuk menghidupi ibu dan adiknya juga. Ibunya tahu hal itu dan berjanji akan membayar. Yoo Mi menyuruh ibunya bekerja paruh waktu, apapun itu asal jangan ber-akting.

"Hei, ibumu ini masih muda. Jika Kau berubah pikiran...."

Yoo Mi memukul meja, jika ibunya berani menentangnya, ia akan mengeluarkan namanya dari kartu keluarga. Ibunya membatah, kalau seorang aktris tidak boleh berakting lalu mau cari uang dengan cara apa lagi?

"Artis erotis bukanlah artis. Ahhh!!" Kesal Yoo Mi dan memilih untuk keluar dari rumah.


Yoo Mi keluar saat Hyun Tae siap-siap akan jalan dengan motornya. Yoo Mi mendekat, ingin ikut dengan Hyun Tae. Hyun Tae menolaknya sambil menjulurkan lidah.

Yoo Mi kesal dan memukul kepala Hyun Tae. Hyun Tae lalu memberikan helm pada Yoo Mi sambil berkata kalau tidak ada yang gratis.


Yoo Mi sangat senang selama perjalanan, ia sampai menyuruh Hyun tae ngebut. Dan akhirnya mereka berhenti di tempat favorite Yoo Mi.


Yoo Mi curhat, ia tidak mau pulang. Apartemennya itu kecil tapi ibunya bisa-bisanya numpang sambil bawa ank-anak pula.


"Lalu, apa kau ingin tinggal bersamaku? Kau boleh tidur di kasurku." Tawar Hyun Tae.

"Hei! Bagaimana jika ibuku yang kau ajak. Bahkan Aku akan menambahkan seorang anak dengan gratis."

"Hei, gurauanmu keterlaluan."

"Aku serius."

Hyun Tae tidak menjawabnya lagi, ia mengalihkan pembicaraan dengan membahas pemandangan malam yang sangat menakjubkan.


Seseorang wanita cantik mendekat, mengaku sebagai fans Hyun Tae dan meminta nomor Hyun Tae. Tapi Hyun tae berbohong kalau ia sedang kencan dengan Yoo Mi, bahkan ia merangkul Yoo Mi dan tidak peduli dengan bantahan Yoo Mi. Wanita itu mengerti dan menajuh.


Yoo Mi menjewer telinga Hyun Tae setelah wanita itu pergi. Hyun Tae memelas, tidak bisakah membantu sahabat sendiri?

Menurut Yoo Mi wanita itu cantik, apa Hyun Tae tidak sebaiknya memberinya kesempatan.

"Kau lebih cantik." Jawab Hyun Tae.

Yoo Mi menganggapnya gurauan dan Hyun tae mengakui hal itu di depan Yoo Mi tapi pandangannya tidak bisa berbohong.


Ji Na menyinggung perihal Yoo Mi yang tidak kelihatan sibuk siang ini, tidakkah harus menyiapkan makan siang? Yoo Mi mejelaskan kalau Jin Wook sedang ada bisnis diluar kantor.


Eun Bi ikutan nimbrung, menegur Yoo Mi yang dianggapnya keterlaluan. Jin Wook bisa tidak makan lagi karena kesibukannya, bagaimana jika wajah tampannya kelihatan semakin tiris lagi? Itu tidak boleh terjadi. Eun Bi pun pergi lagi setelah mengatakannya.


Ji Na meminta Yoo Mi berhati-hati karena Eun Bi itu serius mengatakannya.


Pembicaraan bisnis selesai, sekarang waktunya makan. Dan kelihatannya Jin Wook menyukai makanannya.


Dalam perjalanan pulang, Jin Wook berkata pada sekretaris Jang kalau ia merasa ada yang kurang.

"Anda makan masakan Cina 32 menit yang lalu dan bilang "Perutku mungkin akan Pecah". Anda bilang begitu tadi."

Jin Wook tetap berkata kalau ia merasa ada yang kurang. Sekretaris Jang menyarankan untuk mampir ke restoran dulu.

"Tidak, Aku tidak lapar. Apa yang lebih sederhana?"

"Apa Anda ini, sedang bicara soal hidangan di perusahaan?"

"Ah.. Iya. Aku lupa soal itu."


Jin Wook langsung menguhubungi Yoo Mi tanpa mendengarkan penjelasan Sekretaris Jang kalau hari ini akhir pekan.

Yang menjawab ponsel Yoo Mi adalah Dong Goo dan kata pertama yang diucapkannya adalah "Omma". Jin Wook jelas terkejut sangat mendengarnya.


Lalu Yoo Mi yang baru keluar dari kamar mandi merebut ponselnya. Jin Wook mengkonfirmasi apa yang di dengarnya tadi. Yoo Mi beralasan kalau ia tadi baru nagun tidur dan mengira yang menelfon itu ibunya.

Jin Wook memerintahkan Yoo Mi datang ke rumahnya untuk membuatkannya makanan. Yoo Mi mengingatkan kalau ini akhir pekan.

"Kau libur beberapa hari saat aku tidak di kantor Apa Kau ingin di jemput?"

"Tidak. Bukan begitu... "

"Jangan sampai telat."


Lalu telfon pun diputus dan sms masuk di ponsel Yoo Mi,

"Aku akan tiba dalam 2 jam. Jika Kau tidak datang, Aku akan anggap Kau mengabaikan tugasmu."
Yoo Mi menoleh pada Dong Goo, menanyakan kemana ibu mereka pergi.
>


EmoticonEmoticon

 

Start typing and press Enter to search